Berfikir Dewasa

Berfikir dewasa menaikkan harga diri anda, nilai Anda sebagai warga masyarakat dan pesona Anda sebagai pribadi. Berfikir dewasa banyak berperan dalam membuat hidup ini tenteram, konstan dan bahagia.

 

Berfikir dewasa harus datang dengan wajar bersama usia, tetapi acap kali hal itu tidak terjadi kecuali dalam pengertian fisik. Kita semua pernah berjumpa dengan orang yang sudah berfikir dewasa usianya tetapi masih memperlihatkan karakteristik emosi seorang anak kecil atau remaja.

Tuan X, seorang pensiunan pegawai negeri, memiliki hobi yang membuatnya menghabiskan banyak waktu dan uang. Berganti-ganti dari satu minat ke minat lain, tanpa pernah mengerjakan apa pun untuk waktu yang lama adalah karakteristik anak-anak. Hal ini tidak boleh didapatkan dalam diri seorang yang sudah dewasa.

 

Nona M adalah orang yang efisien dalam usianya yang menjelang akhir empat puluhan. la memegang jabatan yang menuntut tanggung jawab. Dalam beberapa hal ia memang bisa berfikir dewasa, tetapi dalam hal agama ia tampaknya belum melakukan ajaran agama yang dipercayainya layaknya wanita seumur dia. Dalam urusan agama ia masih seperti remaja, yang selalu merasa berat melakukan ajaran agama dan selalu mencari alasan untuk tidak melakukannya.

 

Tuan Y, seorang mantan eksekutif, memperlihatkan ketidak dewasaan dalam masa pensiunnya. Seperti seorang anak manja ia menolak mengerjakan apa pun untuk menyenangkan dirinya atau menolong orang lain. la menghabiskan sebagian besar uangnya untuk rokok, tanpa menghiraukan kondisi keuangan yang buruk dari anak-anaknya tempat ia menggantungkan diri. la mendominasi kehidupan anak-anaknya. Sifat egois dan penolakan untuk menerima tanggung jawab seperti ini mungkin dapat ditoleransi bila dilakukan oleh anak muda; bila dilakukan oleh orang tua hal ini tidak dapat dimaafkan.

 

Ketidak dewasaan adalah keadaan yang sering kita lihat disekitar kita. Ada seorang yang separuh baya yang mengharapkan istrinya untuk 'mengemong' dirinya seperti yang pernah dilakukan oleh ibunya yang sangat menyayanginya. Lalu, ada pula orang yang memegang pandangan politis dengan sikap tidak toleran yang sempit bagai seorang pemuda berusia lima belas tahun.

Agar diri Anda mampu berfikir dewasa, perhatikan hal-hal berikut ini:

 

Prasangka

 

karena tidak bisa mengontrol emosi, banyak orang mengambil kesimpulan sebelum fakta jelas. Banyak dari kita yang tergesa gesa mengambil kesimpulan. Tanda kemampuan untuk berfikir dewasa adalah menunda penilaian atau pengambilan keputusan hingga semua fakta diketahui.

Tidakan seperti diatas adalah tindakan prasangka tidak adil untuk orang lain maupun diri Anda sendiri. Hal ini dapat membuat orang lain menderita ketidakadilan atau menjauhkan Anda dari kebenaran.

 

Mitos

 

Orang yang berfikir dewasa tidak mempunyai waktu untuk mitos. Bahkan dengan  bijaksana, ia berusaha untuk menantangnya. Seandainya ia mendapatkan tempat duduk nomor tiga belas, ia tidak akan gelisah. la mengetahui bahwa mitos adalah warisan masa lalu ketika ketidaktahuan dan pemikiran yang tidak logis berkembang subur. Pengetahuan dan pemikiran yang waras dewasa ini membebaskan dirinya dari rasa takut dan pembatasan yang ditimbulkan oleh mitos.

 

Ketidaktahuan

 

Orang yang berfikir dewasa tidak mengetahui banyak hal, tetapi ia menyadarinya. Orang yang tidak berfikir dewasa tidak mengetahui banyak hal, tetapi ia tidak menyadarinya! Orang yang berfikir dewasa selalu berusaha meluaskan pengetahuannya. la sangat membenci pikiran dan pandangan yang sempit. Ia sangat menyakai hal-hal yang baru, karena itu sangat membantunya untuk bisa lebih tahu tentang perkembangan zaman. la tahu tentang masa lalu dan penuh harapan akan masa depan. la mengerti bahwa walaupun kemajuan umat manusia berjalan lambat, keseluruhan gambaran adalah satu kemajuan yang mantap.

 

Ketakutan

 

Orang yang berfikir dewasa berusaha menghapus ketakutan dari kehidupannya. Orang yang berfikir dewasa tidak takut akan kesehatannya. Kehidupannya yang tenang, hubungannya yang baik dengan orang lain, ditambah penolakannya untuk merasa khawatir, membawanya ke dalam kondisi kesehatan yang baik, yaitu kondisi yang ia percaya akan terus ia alami.

 

la tidak takut akan masa depannya; ia telah mengambil langkah-langkah yang dapat ia lakukan untuk mempersiapkan diri. Ia memiliki kepercayaan yang cukup akan dirinya dan akan kehidupan untuk mengetahui bahwa tidak ada alasan untuk merasa cemas. la bahkan menghadapi kematian tanpa takut. Ia menghadapi kenyataan bahwa kematian adalah hal yang setiap orang akan mengalaminya. Ia mungkin yakin bahwa kematian adalah akhir atau merupakan gerbang menuju keberadaan yang baru yang lebih nyata. Tidak ada yang perlu ditakuti mengenai kematian.

Secara lebih positif, orang yang berfikir dewasa umumnya memiliki kualitas berikut ini:

 

Toleransi

 

Ia menganggap semua orang sebagai saudara tanpa menghiraukan warna kulit, keyakinan atau status. Ia menerima bahwa ada lebih dari satu cara untuk memandang setiap peristiwa, kejadia dan keadaan; ia tidak mengklaim untuk memonopoli kebenaran. Mottonya adalah 'kebenaran bisa dilihat dari beberapa sisi'. la mengetahui bahwa hanya ada sedikit orang jahat yang tidak memiliki kebaikan dan bahwa manusia cepat mencemari kebaikan dengan kesalahan. Berfikir dewasa menjauhkannya dari sikap yakin yang berlebihan, dogmatis, congkak, angkuh.

 

Perhatian

 

Bila seseorang telah mencapai kedewasaan pikiran, ia tidak lagi begitu asyik dengan dirinya sendiri tanpa menghiraukan kenyamanan dan perasaan orang lain. Ia secara imajinatif meletakkan dirinya di tempat orang lain dan bereaksi sesuai dengannya. la cukup besar untuk melakukan hal ini.

 

Sikap Objektif

 

Berfikir dewasa memungkinkan orang untuk memandang suatu situasi tanpa memihak dan tanpa mementingkan diri sendiri. Sikapnya terhadap kehidupan adalah seperti sikap orang dewasa di dalam pesta anak-anak, ia bersedia untuk mengalah, untuk diabaikan, jika memang hal itu dapat meningkatkan minat dan kebahagiaan orang lain.

 

Orang yang berfikir dewasa mampu menilai secara objektif. la tidak membiarkan keahlian dalam bidang apa pun yang membuatnya sombong; ataupun membuatnya terlibat dalam kerendahan hati yang pura-pura.

 

Konstan

 

Orang yang berfikir dewasa bersikap konstan, dapat diandalkan dan menguasai suasana hatinya. la memiliki kekuatan 'bertahan' dan tidak terhalang oleh kesulitan. la siap untuk bekerja demi sasaran yang jauh atau hal-hal yang mungkin tidak terwujud selama bertahun-tahun.

 

Keriangan

 

Orang yang berfikir dewasa bersifat periang karena ia tidak mau menjadi terlalu serius. la dapat dimarahi dan tidak menjadi merengut, dan ia dapat mengalah dengan gaya yang baik. Yang terutama, ia menjauhkan diri dari rasa kasihan diri. la mengambil tanggung jawab penuh untuk tindakannya dan tidak mencari kambing hitam.

 

Tidak Adanya Emosi yang Negatif

 

Tak seorang pun dapat menyebut dirinya berfikir dewasa apabila ia menyimpan dendam atau membiarkan kebencian meracuni dirinya. la pun belum bisa dikatakan berfikir dewasa apabila masih menyimpan perasaan cemburu, iri hati atau kejahatan.

Nah, apa yang Anda simpulkan dari cara berfikri dewasa diatas. Kalau Anda mau saya bantu untuk menyimpulkannya, maka berfikir dewasa adalah berfikri kebapakan, dimanapun dia merasa harus bisa mengayomi. Mengayomi dirinya sendiri, orang lain, lingkungan dan segalanya.

Berfikir dewasa adalah kematangan pola pikir seseorang atau keadaan individu dalam perkembangan sepenuhnya yang ditandai oleh kemampuan aktual dalam membuat pertimbangan secara dewasa. Berfikir Dewasa juga sering disebut keberfikir dewasaan.