Gelombang Otak dan Brainwave Entrainment

Dapatkah Alzheimer dikendalikan, dapatkah IQ ditingkatkan? Apa yang menyebabkan gangguan mood seperti bipolar atau skizofrenia? Dapatkah ADD, ADHD, autisme, dan epilepsi dapat disembuhkan? Apakah hal ini terkait dengan gelombang otak?

Ada ilmuwan yang menggunakan bahan kimia untuk mengubah kimia otak. Ilmuwan lain berpendapat perlu stimulasi mental untuk mencegah Alzheimer. Cabang lain berpikir bahwa gelombang suara tertentu yang meniru gelombang otak tertentu dapat meningkatkan kreativitas, kecerdasan, mengontrol rasa sakit atau mengubah keadaan psikologis.

Hal ini tidak aneh bahwa pikiran memiliki aktivitas gelombang otak dan musik juga terbuat dari aktivitas gelombang suara. Ini adalah suatu kebetulan. Kebanyakan orang menyukai musik. Mereka bergerak menari, menyanyi, santai dan bahkan tertidur. Musik penuh dengan gelombang suara yang bereaksi dengan gelombang otak kita. Dalam sebuah penelitian ilmiah,  "Auditory Driving as a Ritual Technology: A Review and Analysis," 2005, Gabe Turow menyatakan bahwa ia memiliki bukti bahwa musik mengubah suasana hati  dan telah berguna untuk mengobati berbagai penyakit dengan mengubah pola gelombang otak. Gelombang suara eksternal mengubah gelombang otak tubuh.

Metode mengubah pola gelombang otak dengan rangsangan external disebut  Brainwave Entrainment. Stimulus ini bisa berupa audio (suara) atau visual (gambar).

Dengan kata lain ketika otak di rangsang dengan nada khusus eksternal atau pemandangan yang berdenyut pada frekuensi tertentu, maka otak akan melakukan sinkronisasi sesuai dengan frekuensi yang diterima. Ini berarti frekwensi gelombang otak bisa disesuaikan dengan rangsangan frekuensi tertentu.

Dalam sebuah studi tahun 1999 oleh Frederick J. Lubar et. al., mereka menemukan bahwa ketika seseorang mendengarkan gelombang suara 18,5 Hz, maka otak meresponnya, sehingga frekwensi gelombang otaknya naik sesuai dengan stimulus tersebut, yaitu meningkat menjadi 18,5 Hz, hal ini di buktikan dengan pengukuran mesin EEG. Hal tersebut juga terjadi pada stimulus visual.

Banyak orang telah mengalami perubahan fisik maupun mental dengan mengikuti program ini. Beberapa gejala yang berkurang termasuk kelelahan otot, insomnia, pusing, sakit kepala, dan nyeri. Tampaknya sumber eksternal dari gelombang suara dapat memiliki efek pada otak.

Ada penelitian yang menunjukkan hal ini bersifat sementara dan yang lain menunjukkan bahwa itu adalah permanen. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan, tetapi tampaknya bahwa gelombang suara eksternal telah terbukti jelas mampu mempengaruhi gelombang otak.

  Share