Bagaimana Emosi Mempengaruhi Tubuh Anda

Ada hubungan antara pikiran dan tubuh. Kesehatan emosional yang buruk dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda, membuat Anda lebih mungkin untuk mendapatkan flu dan infeksi lainnya. Tubuh kita merespon cara kita berpikir, bertindak dan merasa. Beberapa gejala seperti sakit kepala, diare, insomnia, jantung berdebar, sesak napas, kehilangan atau penambahan berat badan, sakit dada dan gejala lainnya mungkin dialami setelah krisis emosional atau masa stress seperti kematian orang yang dicintai atau dipecat dari Anda bekerja.

Pengaruh emosi terhadap tubuh sangat berhubungan erat dengan kelenjar pituitari. Kelenjar ini bertanggung jawab untuk mekanisme yang memicu penyakit, yaitu kelenjar yang berada tepat di bawah otak yang memiliki koneksi dengan area jaringan di otak. Kelenjar inilah yang menghasilkan hormon yang mengendalikan semua fungsi tubuh. Emosi dan perasaan yang kuat berdampak pada pengendalian hormon oleh kelenjar pituitari, selanjutnya berpengaruh pada sistim syaraf tubuh dan ahirnya menimbulkan atau memperparah penyakit peredaran darah, pencernaan, pernafasan dan kulit.

Tips untuk meningkatkan kesehatan emosional Anda:

Terapi Gelombang Otak (Brainwave) juga di percaya mampu mengendalikan emosi Anda. Untuk mencapai perasaan rileks Anda bisa menstimulasi otak Anda dengan audio Gelombang Otak (Brainwave) alpha dan theta. Audio ini akan menstimulasi atau melatih otak Anda menurunkan frekwensi otak Anda ke fase alpha atau theta.

  Share